Review Film – Suicide Squad

Gue merasa perlu nonton film ini sesegera mungkin demi menghindari orang orang sok iya yang tanpa rasa bersalah memberikan spoiler di social media. Hari ini film rilis, gue langsung meluncur ke XXI Ambarukmo Plaza.

Oiya, sebelum gue memulai review kali ini gue mau nekenin beberapa hal:
1. gue gak pernah baca komik DC atau tau alur ceritanya gimana
2. Artinya review kali ini dari POV seseorang yang gapernah baca komiknya
3. Don’t judge.

Oke, lanjut. Selama dan setelah gue nonton, ada sebuah pendapat yang muncul dari dua film yang udah keluar di DC Cinematic Universe.

Gue melihat ada similarity yang sangat menonjol antara SS dan BvS. Keduanya mampu ngasih intro yang keren dan membangun tensi cerita satu demi satu. Tapi pas udah final hour atau scene klimaksnya, entah kenapa, selalu anti klimaks buat gua.

Entah itu mulai dari fight scene nya, dialognya, atau konfliknya. Kedua film ini mampu membuat gue super excited di 1 jam pertama, tapi penutupnya agak mengecewakan.

Disini menurut gue kelebihan MCU dibandingkan kompetitornya. Kenapa? Karena ini film action. Gue nonton film beginian untuk terhibur, bukan untuk denger orang ngoceh.

Lanjut lagi.

Tone film ini gak terlalu dark kayak BvS, tapi gak secerah MCU juga. Kalo dari rating nya sendiri, Suicide Squad dikasih PG-13. Rating dari KPI sendiri 17+.

The death toll is high, and the weapons are nasty. But in spite of all the mayhem and attitude, the overall mood is cautious.

Serius. Untuk film yang bertemakan sekelompok outlaw, Suicide Squad menurut gue adalah film yang cukup hati hati. The bad turned good today.

Sekarang mari kita bahas beberapa karakternya.

Sinopsis Suicide Squad adalah tentang sekelompok tahanan penjahat yang memiliki kemampuan luar biasa (metahuman or incredibly gifted) kemudian dikumpulkan oleh US Government untuk mengatasi threat yang gabisa dihandle manusia.

Beberapa tokohnya adalah Amanda Waller (Viola Davis), Deadshot (Will Smith), Harley Quinn (Margot Robbie), Joker (Jared Leto), Enchantress (Cara Dalevigne), Captain Boomerang (Jai Courtney), Diablo (Jay Hernandez), dan Killer Croc (Adewale Akinnuoye-Agbaje).

Viola Davis and Will Smith showed a delightfully mischievous performances.

Ms. Davis bisa ngasih kita that typical old women character yang kolot, memiliki banyak kekuasaan, dan bisa bikin penonton gregetan. Tapi, bukan berarti dia jahat atau antagonis.

Untuk Mr. Smith, kayaknya emang udah paling cocok dia peranin Deadshot. Karakter Deadshot bisa dibilang chill, humoris, dan masih manusia. Dengan sedikit flashback di film ke masa lalu para tahanan ini dan gimana mereka ditangkep, Deadshot digambarkan sebagai marksman terhebat jagat raya yang mudah luluh kepada anak perempuannya.

NY Times said it best. Nobody is better than Mr. Smith at playing man of sorrow and wisecracks.

Kemudian Harley Quinn dan Joker. Dilihat dari penampilan mereka, jelas terlihat bahwa mereka memiliki past bersama. Dan ini yang nampaknya mau digunakan DC untuk membangun cerita Justice League.

Margot Robbie menurut gue keren banget meranin Harley Quinn. Bener bener dapet sama image HQ yang cantik, centil, dan only want to have some fun.

Untuk Jared Leto, ini yang menurut gue cukup sulit. Dia meranin karakter Joker setelah terakhir muncul sekitar 8 tahun yang lalu. Rilis film The Dark Knight yang dibarengin dengan meninggalnya aktor Joker, Heath Ledger, bikin persepsi orang akan Joker nya Nolan cukup sulit untuk digoyangkan.

Sebagai fan dari Nolan’s trilogy, jelas gue membandingkan. Dan, menurut gue secara cukup yakin, I’d still prefer Nolan’s Joker. Ingat, ini bukanlah serangan ke Jared Leto.

Meranin Joker itu adalah salah satu pekerjaan paling menantang bagi aktor manapun. It’s not easy to play as a sick psycopath whose only joy is making chaos. Gue merasa lebih sreg dengan karakter Joker nya Nolan yang lebih dark aja. Joker nya Ayer terlalu playful menurut gue.

Dan ditambah Joker disini gak terlalu banyak perannya. Seperti yang udah gue bilang, dia kemungkinan besar disimpen untuk Justice League tahun depan. Jadi emang agak gak adil untuk nilai dia hanya dari film ini. Tapi emang begitu sih pendapat gue sejauh ini.

Nilai dari gue untuk ukuran film Hollywood, 7.5/10.


PS : Untuk yang mau bawa anak kecil, gue ngingetin aja. Adegan berantem dengan pisau  atau senjata cukup banyak tapi masih dalam batas wajar menurut gue. Ada beberapa adegan dewasa, so watch out. Also……the dirty racist jokes. 

Habis filmnya selesai jangan langsung pulang, ada after credits!

Published by

evanfabio

An occasional blogger. Student at Industrial Engineering Universitas Gadjah Mada.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s