Tipe-Tipe Pelajar di UGM

Gue adalah tipe orang musiman. Musiman dalam artian, gue akan menggandrungi sesuatu hal secara fanatik tapi hanya beberapa saat. Kemudian gue akan hibernasi dari hal itu sampai akhirnya gua ingin melakukannya lagi.

Sama seperti yang terjadi sama blog ini. *bersihin sarang laba-laba di pojokkan*

Setelah kuliah di sini lebih dari 2 tahun, gue sudah mulai memahami dengan baik tipe tipe pelajar yang menimba ilmu di UGM. UGM yang memiliki julukan sebagai kampus kerakyatan pun bukan tanpa sebab. Mahasiswa disini background nya sangat merata dari berbagai provinsi di Indonesia.

Keinginan yang besar untuk menimba ilmu dipadu dengan suasana Jogja yang adem ayem (at least, jika dibandingkan dengan Jakarta) membuat semua alumni UGM memiliki kesan yang baik ke kampus ini. Keadaan ini akhirnya mampu mempertemukan gue dengan berbagai jenis orang yang unik yang memiliki tujuan yang sama dengan gue.

Ketika gue lagi bosen atau bengong sendirian di kampus, seringkali gue mengamati karakteristik orang-orang di sekeliling gue. Selain untuk membunuh waktu, itu bisa memberi gue perspektif baru dan cara yang lebih baik dalam bersosialisasi dengan mereka.

Dan berdasarkan pengamatan gue, inilah tipe tipe pelajar yang ada di UGM..

1. Primus (Pria Musholla)

Ya taukan kalian, tipe orang-orang religius calon penghuni surga (Aamiin) yang setiap saatnya senantiasa meningatkan kita dengan sabda-Nya di timeline? Well, tipe pelajar seperti ini banyak banget di UGM hahaha. (btw, kategori ini juga bisa buat cewek, cuma judulnya primus aja biar enak didenger)

Karakteristik mendalam yang gue kenali ada dua: tipe pertama adalah yang waktu 24 jam seharinya dihabiskan dengan belajar dan mendekatkan diri kepada YME. Biasanya tipe pertama ini sangat suka nge-share postingan OA di Line yang terkait hubungan cewek-cowok yang halal itu gimana (entah korelasinya dimana, tapi emang begini kenyataannya). Sedangkan tipe kedua adalah yang selain kuliah dan mendekatkan diri kepada YME, juga aktif berorganisasi. Tipe yang kedua ini biasanya bisa kita kenali kalo dia mengikuti organisasi Keluarga Muslim di level fakultasnya ataupun universitas.

2. Wakil Rakyat Material

Tipe mahasiswa yang ini sedang booming sekali di UGM. Yang kaya gini, bisa dengan mudah kita liat mereka beropini secara terbuka, baik di timeline Line. Biasanya, kicauan mereka akan semakin keras terdengar ketika ada unpopular policy yang dikeluarkan pihak rektorat ataupun negara. Contohnya ketika demo yang diadakan di UGM tanggal 2 Mei kemaren sih. Udah deh itu para calon wakil rakyat mulai beropini sana sini hahaha.

Selain itu, mereka biasanya ini berada di barisan depan ketika melakukan demo terhadap pihak kampus untuk memperjuangkan hak-hak orang yang mereka rasa tertindas oleh ketidakadilan (cielah bahasa lo van, hahaha).

3. Kupu-Kupu (Kuliah-Pulang-Kuliah-Pulang)

Kalo mahasiswa kupu-kupu gue rasa gak perlu dijelasin lagi. Gue yakin semua yang baca ini udah tau kok. Ya intinya, kehidupan mereka hanya difokuskan untuk kuliah, atau mereka memang gak tertarik dalam menggali kemampuan mereka. Dan hampir pasti, IP kelompok ini akan sangat bagus (seenggaknya diatas 3 lah).

Dan jangan salah, berorganisasi bukan berarti lo bebas dari cap mahasiswa kupu kupu. Ada banyak mahasiswa yang ikut organisasi cuma demi formalitas semata, itu juga gue klasifikasikan sebagai kupu-kupu sih. Biasanya, orang-orang tipe ini udah ga sabar untuk keluar dari organisasi yang sekarang dia jalanin meskipun dia ga ada prioritas atau kepentingan lain selain kuliah. Hahaha.

4. Organisasi Till I Die

Tipe ini juga terbilang banyak kok di kampus. Kalo menurut gue, karakteristik dari tipe ini selain dia punya banyak organisasi, dia juga orang yang punya komitmen tinggi ketika mengerjakan sesuatu di organisasinya.

Jujur, gue suka sih sama orang tipe ini. Ini kata bokap gue juga sebenernya (beliau adalah Kepala Divisi SDM di salah satu BUMN), orang yang berkomitmen dalam organisasi di kampusnya itu punya chance yang lebih besar untuk dia naik jabatan ketika kerja nanti. Katanya, kepinteran dan kehandalan itu bisa dicari dan dilatih pas udah kerja nanti. Tapi komitmen dan integritas itu yang berharga karena kedua sifat itu merupakan akumulasi dari pengalaman-pengalaman lo sebelumnya (udah malem, berat bos kata2nya).

5. Bucik*

Yak, masuklah kita ke dalam tipe paling unpopular yet so popular di kalangan anak UGM. Bucik adalah singkatan dari Buru Rangking Licik. Jadi istilahnya, ketika ada temen lo yang belajar atau ikut lomba tapi sembunyi sembunyi (gak ngajak), biasanya kita sebut mereka bucik. Ya kalo diliat-liat, ada kemiripan lah antara anak bucik dan kupu kupu.

Tapi, definisi bucik sendiri juga lama kelamaan udah mulai bergeser. Kalo bucik level standar itu kan belajar duluan tanpa bilang-bilang. Kalo bucik level dewa itu lebih pantes disematkan ketika temen ada yang menang lomba segala macem tanpa bilang-bilang. Ada yang lomba regional, nasional, atau internasional. Ya tipe anak bucik ini jelas punya kepandaian dan kecerdasan (serta kemampuan mencari info lomba) diatas rata-rata. But props for them, sometimes you need to be bucik in order to stand out.

*buat yang bingung, kalian bisa mengganti kata bucik dengan ambis sih sebenernya.

6. Ninja

Memang hebat anak UGM. Selain punya kepandaian yang diatas rata-rata, mereka juga punya keahlian lain sebagai ninja. Iya, pas ada mata kuliah mah muncul. Terus tiba-tiba diluar jadwal mereka, mereka kayak hilang ditelan bumi.

Serius, gue gak nge-blame mereka sih jika mereka ingin ditelan peradaban kayak gitu. Cuma biasanya yang model begini jadi nyusahin ketika ada kerja kelompok. Entah apakah keadaan yang memaksa mereka sehingga hanya dapat dihubungi lewat telegram, yang jelas gue udah beberapa kali sih geregetan sama orang tipe begini. Dihubungin atau diharapkan untuk ngerjain tugas juga gabisa. Akhirnya seringkali gue chat di group kelompok “Yang gak ngerjain, namanya gak gue tulis” dan secara ajaib, ninja ini muncul out of nowhere :))

7. Motivator

Seiring berkembangnya sosial media, jelas aja semakin mudah untuk orang ngebaca apa yang kita tulis. Dan ini pun dimanfaatkan dengan sangat baik oleh banyak orang (tak terkecuali gue).

Dari sini, akhirnya lahir orang-orang yang membagikan pengalaman sembari kasih motivasi di akhir kalimatnya. Ya macem Mario Teguh gitu, tapi gak se-cringeworthy dia. Tipe ini kemungkinannya ada dua : emang maksud memotivasi, atau cuma pengen show-off. Mesti diakui, gue kadang masuk sih di kategori ini. Dan kalo gue sih ada sedikit keinginan untuk show-off hahaha (padahal gada yang bisa dipamerin). Dan menurut gue show-off itu bukan selalu konotasinya negatif sih. Kalo lo punya sesuatu yang dibanggakan dan bergengsi untuk dikasitau, show-off itu malah berpotensi buat naikin value seseorang menurut gue.

8. Yang Berduit

Ya dari namanya, mahasiswa ini jelas aja duitnya banyak. Ini semakin banyak sih jumlahnya menurut gue (biarpun UGM itu terkenal dengan kesederhanaannya), dan mayoritas pun berasal dari mahasiswa yang asalnya di daerah perkotaan (Jabodetabek, Surabaya, Pekanbaru, dll.). Mahasiswa tipe ini bisa dengan mudah dilihat dari penampilannya (meskipun penampilan itu gak menceritakan semuanya). Gampangnya, kalo dateng ke kampus pake roda empat ya pasti berduit. Tapi, bukan berarti kalo dia naik motor itu ga berduit. Banyak kok yang ke kampus aja motoran tapi rumahnya ga keitung :))

Mahasiswa tipe ini sudah pasti UKT nya level 6. Mereka ini cenderung careless ketika mengeluarkan uang untuk keperluan seperti textbook kuliah, makan, ataupun bensin.

9. Ultras

Mahasiswa tipe ini muncul ke permukaannya secara musiman. Selama 11 bulan kuliah, biasanya nama mereka gak terdengar. Tapi, begitu ada suporteran pas Teknisiade atau Porsenigama, mereka garda depan cuy!

Mungkin agak menggeneralisir, tapi biasanya mahasiswa tipe ultras ini punya ciri ciri sebagai berikut: cowok, macho, ngerokok (gak semua), suaranya kenceng (karena mesti nyanyi selama pertandingan). Ya, cocoklah kalo ada cewe nyari pacar model begini.

10. Pemimpi

Maksud pemimpi disini adalah kebiasaan mereka yang ketiduran terus. Pasti ada kan temen lo yang disetiap acara atau janjian, akan sangat tinggi frekuensinya dia telat atau enggak hadir, alasannya karena ketiduran?

Ya gue gak munafik sih. Gue juga pernah ketiduran. Tapi, kayaknya emang ada orang yang dilahirkan khusus dengan bakat ini. Bakat telat karena ketiduran lalu dateng ke kampus atau tempat ketemuan tanpa perasaan bersalah sedikitpun. Mantap.

Dan itulah 10 tipe pelajar di UGM berdasarkan observasi gue selama ini. Perlu gue ingetin, pendapat ini sangat subjektif sekali.

Dan menurut gue, ini bisa menjadi hal yang baik karena dengan kita mengamati orang kita pun bisa menentukan cara yang sesuai untuk bersosialisasi dengan mereka. Cara yang pas ketika berkomunikasi bisa memperluas network yang kita punya.

Kalian ada yang memiliki pendapat serupa?

 

Published by

evanfabio

An occasional blogger. Student at Industrial Engineering Universitas Gadjah Mada.

2 thoughts on “Tipe-Tipe Pelajar di UGM”

  1. Sangat bermanfaat sekali informasi yang diberikan, sukse selalu buat penulis dan terus bersemangat untuk menghasilkan ulasan atau kajian lainnya

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s