Resolusi 2017

Ini adalah pertama kalinya sejak tahun 2013 gue bisa santai2 pas menjelang tahun baru. Kebijakan UGM yang memajukan semua kegiatan di kalender akademik membuat mahasiswa kampus kerakyatan ini gak perlu merayakan tahun barunya bersama kertas ujian untuk momen kali ini.

Anyway, sekarang udah tanggal 23 Desember 2016. Sekitar 8 hari lagi gue akan membuang jauh jauh kalender 2016 yang terpasang di sudut kamar. Iya, secepat itu. Gue masih ingat dengan sangat jelas awal tahun ini gue sedang apa, dan rasanya sedikit gak percaya sebentar lagi chapter 2016 akan segera berakhir.

Dalam dua tahun terakhir, pergantian tahun menjadi sebuah momen yang cukup spesial menurut gue. Kalo dulu pergantian tahun akan gue isi dengan nonton konser di RCTI bersama bokap dan nyokap di ruang keluarga, sekarang gue lebih suka memikirkan apa yang ingin gue lakukan selama setahun kedepan.

Simpelnya, gue pun ingin membuat sebuah resolusi untuk tahun 2017. Sebenarnya resolusi ini bukan buat gaya-gayaan, ataupun cuma ngikutin trend. Tapi lebih dari itu.

Buat gue pribadi, resolusi adalah langkah awal dari usaha gue untuk mencapai target personal gue. Dan lebih baik lagi, resolusi juga bisa menjadi bahan evaluasi diri sendiri. Apakah gue udah mencapai hal hal yang gue tulis di resolusi itu? Kalo iya, bagus. Coret. Kalo belum, tanya kenapa.

Emang sih, resolusi itu bisa sangat temporary. Ambil contoh misalnya resolusi lo buat 2017 adalah ingin berenang lintas selat. Tapi di tengah tahun, lo gak mau melakukan hal tersebut karena lo merasa bosen dan gak menganggap itu menantang lagi. Ternyata lo udah bisa berenang lintas samudra.

Itu gue alamin pas bikin resolusi 2016 kemaren sih. (Enggak. Gue gak pernah minat buat berenang lintas selat, kok.)

Tapi meskipun ternyata resolusi yang gue buat diawal tahun tidak terlihat menarik lagi untuk dikejar, seenggaknya gue bisa mempelajari diri gue sendiri. Gue pengennya apa sih, cita-citanya apa, hobinya apa. Seenggaknya gue ngerti progress akan diri gue sendiri.

Buat resolusi terkesan ambisius? Nggak juga. Bukan ambis, tapi menentukan target hidup. Sejelek2nya resolusi, seenggaknya kita punya target. Gue bener bener gak percaya dengan prinsip ‘let it flow’ tanpa target gitu. Menurut gue, satu satunya hal yang bisa menerapkan teori ‘let it flow’ cuma tai ngambang di sungai.

Resolusi pertama gue di 2016 adalah berkeinginan untuk merintisi sebuah startup teknologi. Entah mungkin karena gue kebanyakan berkhayal sampe bisa bisanya nulis hal seperti itu, yang jelas bisa gue pastikan hal tersebut tidak terjadi di tahun 2016 ini.

Terus gue juga nulis di nomor dua bahwa tahun 2016 gue pengen membentuk sebuah holding company yang harapannya bisa menjalankan bisnis di beberapa bidang usaha. Pada titik ini gue udah membayangkan bahwa tahun 2018 gue akan drop out dari UGM dan gue menjadi investor yang berkuasa di kampus ini agar gue bisa membangun patung diri gue sendiri di depan gedung GSP.

Setelah dibaca lagi, gue mulai berfikir kayaknya gue kebanyakan makan telor deh pas nulis itu.

Untuk tahun 2017 sendiri, gue berusaha menurunkan ekspektasi dan tingkat kesulitan resolusi gue supaya target ini sangat reachable dan gue jadi semangat buat ngelakuinnya. Untuk tahun 2017, gue ngasih target ke diri gue sebagai berikut:

1. Lebih sehat

Sebenernya makna dari sehat bisa secara jasmani ataupun rohani. Menurut gue, rohani itu biarlah menjadi urusan pribadi gue yang tidak perlu dibahas disini. Untuk urusan jasmani, sebenernya gue udah lumayan rutin nge gym. Tapi untuk tahun ini, gue punya target khusus untuk meningkatkan kemampuan kardiovaskular dan atletik gue.

Kalo kardiovaskular, gue sepertinya akan meningkatkan intensitas lari dan berenang, supaya nafas gue gak cepet abis kalo main futsal. Sedangkan untuk atletik, gue sangat ingin meningkatkan kecepatan lari, vertical jump, dan olahraga atletik lainnya.

2. Lebih Rapih

Kerapihan itu sangat underrated. Serius. Gue pribadi sebagai seorang cowok harus mengakui bahwa rapih dan tertata itu sangatlah sulit. Mungkin yang pernah masuk ke kamar gue tau betapa gak konsistennya kerapihan di kamar gue.

Di suatu waktu, gue bisa menjadi orang paling rapih dan tertata yang pernah lo kenal. Tapi lebih sering daripada tidak, TPA Bantar Gebang masih lebih bersih daripada kamar gue.

3. Memperdalam pengetahuan di bidang yang disukai

Kebiasaan gue yang bisa dibilang hobi adalah internetan baik itu di laptop maupun di hape. Akibat dari berita yang gue baca dan akun yang gue follow, gue menjadi semakin suka sama hal hal yang berkaitan dengan bisnis dan manajemen. Gue suka bekerja sama dengan orang. Pengetahuan di aspek-aspek ini menjadi sesuatu yang gue targetkan untuk terus gue perluas agar nantinya membantu gue ketika gue mau lulus kuliah.

4. Speak and write fluent English

Wah kalo ini sih bukan cuma karena gue kepengen aja. Tapi kayaknya emang udah jadi kewajiban. Kalo lo follow instagram, twitter, atau facebook gue, pasti lo pernah liat gue menulis pakai bahasa inggris. Itu sebenarnya gue emang pengen coba melatih kemampuan writing in English gue agar sampe ke titik dimana tulisan gue tidak seperti kalimat bahasa Indonesia yang di translate ke Bahasa Inggris.

Untuk speaking emang yang kayaknya agak ribet. Gue bisa, tapi gak sebagus writing gue. Selama ini, gue kalo di kamar suka baca artikel dalam Bahasa Inggris agar lidah gue lancar dulu. Abis itu biasanya gue akan mencoba ngomong sendiri dalam kehidupan sehari-hari untuk melatih spontanitas otak gue dalam memilih kata-kata yang enak didengar. Semoga 2017 ini gue bisa makin lancar ya. Ada aamiin?

5. Belajar hal baru

Kata Bong Chandra (seorang motivator dan entrepreneur terkenal): “Comfort zone emang menyenangkan. Tapi seorang manusia berevolusi dalam keadaan sulit”. Setuju banget. Makanya gue mencoba untuk mempelajari hal baru yang agak menantang buat gue supaya pengetahuan gue semakin lengkap dan kualitas gue juga meningkat.

Sebenernya banyak hal baru yang pengen gue coba seperti buat animasi di After Effect, belajar coding, dan membuat video. Tapi untuk saat ini, gue ingin sekali mempelajari konsep dari Artificial Intelligence dan Internet of Things. Pertama, kedua istilah itu ada banyak konektivitasnya dengan ilmu manajemen dan bisnis yang gue sukai. Kedua, target ini sangat mudah dilakukan dan sangat reachable. Gue jadi semangat ngelakuinnya.

6. Memenangkan kompetisi

Gausah dijelasinlah. Siapa yang ngga mau? hehe.

7. Meningkatkan profesionalitas dan komitmen

Tahun 2017 gue akan berpartisipasi cukup banyak dalam kegiatan berorganisasi ataupun entar nanti ada kerja kelompok. Salah satu habit yang paling gue gak suka ketika gue bekerjasama dengan orang adalah kecenderungan seseorang yang suka ilang-ilangan dan slow respon ketika ia dibutuhkan. Gue benci banget sama kedua hal ini, makanya gue mencoba menghindari hal tersebut sembari meningkatkan profesionalitas dan komitmen gue terhadap sesuatu yang sedang gue kerjakan. Semoga dimudahkan ya hehe aamiin.

Dan dengan ini gue kembali melirik ke belakang.

2016 telah menjadi tahun yang indah buat gue.

Gue bangkrut, menang lomba internasional, dapet pengalaman berorganisasi yang seru, terpilih jadi ketua acara ataupun organisasi, dan kenalan sama orang-orang hebat.

Gue menjadikan 2016 sebagai turning point dalam hidup gue. Di tahun ini gue diberikan pelajaran yang sangat berharga yang nantinya akan membentuk diri gue di masa depan. 2016 adalah sebuah chapter yang sudah selesai gue tulis dalam buku kehidupan gue.

Di akhir tahun ini, gue berharap gue bisa menjalani 2017 tanpa penyesalan. Bisa jadi lebih dewasa. To do better, to give more, to love more. And stop worrying about “what if..”

Gue cuma bisa berdoa semoga gue, keluarga dan teman-teman gue selalu dalam kondisi sehat dan bahagia. Karena dengan selalu berada dalam kondisi sehat dan bahagia, meraih mimpi bukanlah hal yang mustahil.

Dan sekarang saatnya gue membuka chapter baru. Kini, gue bisa bilang,

Bring it on 2017!

Published by

evanfabio

An occasional blogger. Student at Industrial Engineering Universitas Gadjah Mada.

2 thoughts on “Resolusi 2017”

  1. Mantap gan. Utk target bhs inggris sama ningkatin wawasan, ane sarankan nonton banyak tv series. Ada banyak serial dengan tema2 yg menarik. Ada Westworld dengan implikasi AI sama humanitarian philosophy, ada Silicon Valley ttg dunia startup di US dan menjalin relasi bisnis, dan masih sangat banyak lagi. Sekalian latih bhs inggris sekalian nambah ilmu. Teruskan 😁

    Like

    1. Terimakasih komentarnya bro Sampah Masyarakat. Dari kemaren emang udah rencana copy Westworld, besok2 ke luxury deh wkwkwk

      Sukses terus mz utk channel youtube nya. Makasih banyak atas sarannya :)) GL.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s