Penjelasan Blockchain secara Sederhana

 Ini merupakan post yang cukup berarti untuk saya. Tidak hanya karena ini merupakan topik baru yang belum pernah saya ulas, tapi juga sekaligus posting pertama dalam kolom #BusinessTalk di blog pribadi saya. Maka, izinkan saya untuk mengulas sedikit tentang apa itu Blockchain dan bagaimana cara kerjanya, dengan analogi yang mudah dimengerti. Harapannya adalah artikel ini dapat membuka mata kita terhadap kemajuan teknologi yang sudah terjadi di luar sana.

Mungkin anda bertanya-tanya, mengapa saya memilih Blockchain?

Sebelumnya, Blockchain pertama kali disebutkan oleh Satoshi Nakamoto ketika ia membuat sebuah inovasi cryptocurrency pertama di dunia bernama Bitcoin pada tahun 2008. Sejak saat itu, Blockchain sudah menjadi teknologi yang menopang kinerja Bitcoin hingga sekarang. Maka, ketika ditanya pertanyaan diatas jawabannya menjadi sangat simpel. Because it is the future.

Saya akan membahas Blockchain dimulai dari 4 poin pembahasan utama. Yaitu menjelaskan apa itu Blockchain, bagaimana prinsip kerjanya, bagaimana dampaknya, dan apa saja tantangan yang dihadapi.

Jadi, apa itu Blockchain?

Mungkin anda dapat menemukan definisi tersebut di internet dan berbagai sumber lainnya, maka saya akan menawarkan sebuah analogi yang lebih dapat diterima oleh banyak orang.

Misalkan saja anda sedang melakukan transaksi di sebuah retail yang anda temui. Lalu ketika ingin membayar, anda menggunakan kartu debit anda. Anda memasukkan angka pin rekening anda, kemudian sistem keuangan toko mencetak struk sebagai tanda bukti bahwa anda telah melakukan pembayaran. Pada transaksi diantara pihak retail dan anda, kira kira siapa yang menjadi pihak ketiga yang memastikan bahwa uang sudah benar benar dipindahkan dari rekening anda ke pihak retail? Dalam kasus ini, seorang pihak ketiga itu adalah bank sebagai pihak yang dipercaya anda dan pihak retail.

Namun, apa yang terjadi jika terjadi sebuah masalah tak terduga yang menimpa pihak ketiga (dalam konteks ini, adalah bank yang dipercaya kedua belah pihak)? Resiko ini dapat berupa terjadinya penyalahgunaan keuangan atau korupsi. Selain itu, pelibatan pihak ketiga pastinya membengkakkan biaya keseluruhan karena pihak perantara itu tentu mengambil profit dari setiap transaksi yang ada.

Atas dasar itu, Blockchain datang membawa sebuah solusi. Dalam Blockchain, peran middleman atau pihak ketiga dihapuskan, jadi transaksi yang ada murni terjadi antara kedua belah pihak. Database transaksi dapat diakses oleh seluruh pihak yang terdaftar dalam Blockchain untuk memastikan dan memverifikasi bahwa transaksi terjadi benar adanya.

Secara singkat, Blockchain adalah sebuah sistem buku besar (master ledger) dimana terdapat catatan setiap transaksi yang pernah ada dalam bentuk jaringan database ter-desentralisasi. Setiap data transaksi yang ada dicatat dalam sebuah entitas block dan setiap block terhubung dengan block yang sudah ada sebelumnya seperti sebuah rantai (chain).

1-6Zg2g62T9wiAVfK_sUn2aw

(Sumber : medium.com)

Bagaimana Blockchain bekerja?

Sebenarnya bagaimana Blockchain bekerja secara garis besar telah saya jelaskan pada paragraph sebelum ini. Tetapi jika anda menuntut simplifikasi, ada lima prinsip kerja Blockchain menurut Harvard Business Review (2017).

  1. Database Terdistribusi. Setiap pihak yang bergabung dengan Blockchain memiliki akses ke seluruh data dan sejarah transaksi lengkap tanpa pengecualian. Ini adalah bentuk transparansi murni dan mengadopsi sistem database ter-desentralisasi. Setiap pihak dapat mem-verifikasi transaksi partner kerjanya secara langsung tanpa middleman.
  2. Transmisi Peer-to-Peer. Komunikasi atau transaksi terjadi antar satu pihak dengan yang lainnya tanpa melalui sebuah nod perantara. Setiap nod mampu menyimpan dan meneruskan informasi ke nod yang lainnya.
  3. Transparansi tanpa Pseudonimitas (identitas palsu). Setiap nod atau pengguna dalam Blockchain memiliki alamat yang berisi 30 karakter alfanumerik atau lebih untuk tanda identifikasi pengguna (semacam id username). Pengguna dapat memilih untuk tetap menyembunyikan nama aslinya ataupun memunculkannya ketika melakukan transaksi.
  4. Catatan yang irreversible. Jika transaksi telah tercatat dalam database, catatan itu tidak dapat diubah karena sistem Blockchain memiliki sistem pengaman yang bernama cryptography. Sistem ini dilengkapi berbagai algoritma yang membuat semua transaksi sudah tersusun secara urutan kronologi dan dapat diakses semua. Jika ingin mengubah data satu transaksi, maka seluruh data harus dihapuskan dan memulai semua dari awal.
  5. Logika Komputasional. Blockchain dapat diprogram secara khusus sehingga transaksi dapat otomatis dilakukan ketika sebuah kriteria telah dipenuhi. Sebagai contoh, perusahaan dapat memprogram akun Blockchain mereka untuk melakukan pembayaran otomatis procurement raw material ketika truk pembawa material tersebut telah memasuki HQ perusahaan itu.

Bagaimana Dampak Blockchain?

Kita seringkali mendengar betapa besar hype dari dampak yang akan ditimbulkan Blockchain. Banyak ilmuwan dan pihak bank yang menganggap Blockchain adalah masa depan karena teknologi ini menghapus perantara. Menghapus perantara berarti adalah peningkatan efisiensi biaya karena kita tidak perlu membayar pihak lain.

Dengan antusiasme yang begitu besarnya, pasti ada sesuatu yang spesial akan Blockchain. Lalu apa sih sebenarnya dampak yang dapat ditimbulkan Blockchain? Saya akan menjelaskannya dengan dua perspektif : level makro dan level mikro.

Level Makro

  1. Dunia tanpa Perantara. Begitulah visi banyak pihak akan dampak yang dapat ditimbulkan dari Blockchain. Penghubung seperti brokers, bankers, dan pengacara mungkin tidak dibutuhkan lagi dalam proses transaksi. Semua pihak dapat bertransaksi dan berinteraksi secara bebas tanpa adanya friksi dengan pihak lain.
  2. Efisiensi dan transparansi dalam segala sektor meningkat.
  3. Akan ada eksodus investasi besar-besaran ke pembangunan infrastruktur storage dan sistem keamanan yang lebih mumpuni. Sistem Bitcoin pernah dibobol hacker sekali selama 9 tahun, namun sistem yang menyimpan miliaran dollar uang publik tidak bisa mentoleransi sekalipun kebocoran.

Namun ada satu masalah kecil dari potensi massif yang diberikan Blockchain pada industri di level makro. Transformasi dari sistem sentralisasi menjadi Blockchain bukanlah sesuatu yang mudah dilakukan karena implementasi secara keseluruhan akan membutuhkan perombakan fundamental. Dalam implementasi Blockchain secara menyeluruh, akan banyak sektor yang harus jatuh terlebih dahulu.

dominoes-e1455833433499

Seperti sebuah pepatah, “In order to create a new better world, sometimes you need to tear the old one down.”. Blockchain bukanlah disruptive technology yang biasanya dikarakterisasi dengan menantang pelaku bisnis lama dengan sebuah teknologi yang lebih efisien dan menyelesaikan masalah baru. Implementasi Blockchain level makro harus ‘menghancurkan’ cara tradisional dan menciptakan sistem baru.

Dengan segala masalah yang sedang dihadapi dunia, mungkin peradaban saat ini masih berjarak beberapa dekade lagi dari implementasi Blockchain pada sistem makro.

Level Mikro

Implementasi Blockchain sudah mulai disiapkan banyak perusahaan, terutama yang terhubung dengan financial dan banking. Ide awal dari penggagasan Blockchain adalah untuk menghapus perantara dalam melakukan transaksi seperti yang dilakukan Bitcoin. Maka tidak membutuhkan ilmu yang rumit untuk mengetahui bahwa sektor perbankan adalah yang akan paling terkena dampaknya.

Bitcoin bisa dibilang mencuri pendapatan mereka selama puluhan atau bahkan ratusan tahun. Dan potensi Blockchain bisa menjadi momok yang menakutkan. Maka dari itu, 15 persen Bank di dunia saat ini telah mulai mengembangkan metode untuk memanfaatkan Blockchain dalam keperluan bisnis mereka.

Selain itu, potensi besar lainnya adalah dalam penggunaan smart contract. 

infographics-02
Penjelasan Smart Contracts

Smart contract adalah teknologi untuk membantu pihak melakukan aktivitas kontrak seperti pertukaran uang, properti, ataupun material secara transparan dan tanpa perantara.

Ambil saja sebuah contoh sederhana penggunaan Smart contracts dalam penyediaan material. Ketika anda ingin melakukan pemesanan pengiriman sebuah bahan mentah, anda diharuskan melakukan transfer Down Payment terlebih dahulu baru barang akan diantar. Dengan menggunakan smart contracts, anda dapat memprogram kontrak itu dimana ketika anda telah membayar barang dengan BitCoin, barang akan otomatis diantar menuju gudang anda. Ketika barang tidak sampai di gudang anda sampai waktu yang telah disepakati, sistem Blockchain dapat diatur secara otomatis untuk melakukan refund ke rekening anda. Jika barang sampai, maka sistem akan secara otomatis men-debit rekening digital anda.

Dalam smart contracts, kita dapat men-coding kontrak untuk mendefinisikan peraturan, regulasi, dan penalti. Salah satu kelemahan dalam smart contract adalah ketika peraturan sudah didefinisikan, maka kewajiban yang telah terprogram akan dilaksanakan secara otomatis tanpa bisa dilakukan negosiasi ketika kontrak sedang berjalan.

Itu adalah salah satu dampak Blockchain pada industri yang spesifik. Teknologi ini juga bisa digunakan untuk mereduksi biaya atau mengotomasi berbagai proses di sektor lainnya seperti bidang entertainment, energi, kesehatan, dan supply chain. Kemungkinan yang bisa dicapai hampir tidak ada batas.

Tantangan Blockchain

Blockchain baru beredar di pasaran 8 tahun sejak pertama kali beroperasi pada tahun 2009. Populer sebagai tulang punggung dari mata uang digital BitCoin, masih banyak tantangan untuk menerapkan Blockchain pada level massif.

  1. Kebutuhan medium penyimpanan yang besar karena setiap pihak yang terlibat dalam sistem Blockchain diwajibkan untuk men-download seluruh data transaksi yang pernah dicatat. Jika beruntung, anda akan membutuhkan waktu 1-2 hari sebelum bisa menjalankan kewajiban sebagai salah satu pengawas di sistem Blockchain.
  2. Kebutuhan medium penyimpanan dalam skala makro. Etherum, salah satu pihak developer teknologi cryptocurrency sudah memiliki 200 gigabite data transaksi dan koding kontrak sejak beroperasi 2 tahun yang lalu. Penggunaan secara massal akan membuat kebutuhan kapasitas ini meningkat secara eksponensial.
  3. Tantangan keamanan. Meskipun digadang gadang memiliki barisan algoritma yang membuatnya susah untuk diretas ataupun tidak mungkin untuk diubah datanya, faktanya BitCoin pernah dibobol beberapa kali selama 8 tahun beroperasi. Dan hal ini tentu meresahkan jika kita benar benar ingin mengadopsi Blockchain sebagai fondasi.
  4. Belum adanya regulasi yang mengatur transaksi secara digital yang jelas dan komprehensif dapat menjadi penghalang yang membuat implementasi Blockchain secara menyeluruh dieksekusi setengah hati.
  5. Perubahan kultur bertransaksi yang massif akan membutuhkan usaha besar-besaran. Setelah lebih dari 1 abad manusia terbiasa dengan sistem transaksi ter-sentralisasi akan membutuhkan masa transisi yang diawasi dengan baik.
  6. Perlu usaha yang besar untuk melakukan integrasi dan pengadaan modal oleh pelaku usaha besar untuk mengadopsi teknologi Blockchain di awal masa pengembangan teknologi.

Kira kira itulah sekian penjelasan secara sederhana terkait Blockchain. Maka dapat disimpulkan meski Blockchain terlihat menjanjikan, masih ada banyak tantangan yang harus dilalui sebelum teknologi ini bisa dirasakan manfaatnya secara optimal oleh mayoritas populasi. Namun, tentunya sebagai masyarakat modern kita harus senantiasa melek perkembangan teknologi agar tidak menjadi bangsa tertinggal dan berpikiran terbuka.

Referensi:
https://hbr.org/insight-center/business-in-the-era-of-blockchain
https://hbr.org/2017/03/what-blockchain-means-for-the-sharing-economy
https://hbr.org/2017/03/the-blockchain-will-do-to-banks-and-law-firms-what-the-internet-did-to-media
https://en.wikipedia.org/wiki/Blockchain#Blockchain_vs_distributed_ledger_systems
https://www2.deloitte.com/nl/nl/pages/innovatie/artikelen/blockchain-technology-9-benefits-and-7-challenges.html
https://blockgeeks.com/guides/smart-contracts/
http://www.andryo.com/id/blockchain/

Published by

evanfabio

An occasional blogger. Student at Industrial Engineering Universitas Gadjah Mada.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s