Merambah Instagram

Akhirnya setelah sekian lama berwacana, kolom #BusinessTalk di blog saya punya akun sosial media sendiri di Instagram bernama @BizzTalks. Di post kali ini saya ingin sedikit curhat ya tentang hal ini 😉

Kenapa bikin akun sosial media?
Karena setelah kolom #BusinessTalk meluncur dan mengeluarkan 9 artikel mandiri dengan analisis komplit di dalamnya, banyak teman-teman yang bilang secara personal ke saya kalau konten yang ada cukup berbobot dan seru. Cukup bikin seneng sih ketika kita sendiri tahu kalau bacaan yang menjadi passion kita ternyata bisa bermanfaat buat orang.

Selain itu, saya kok makin lama makin merasa enjoy ya menjalankannya? 😀 Padahal ya gak dapet duit sepeser pun loh.. Tapi memang dasarnya niat awal saya menulis itu untuk sekedar sharing pengetahuan dan informasi aja sih. Gak ada target khusus sih, apalagi memikirkan keuntungan finansial secara langsung.

Saya pun kemudian berfikir, “Oke, gue tau kalo ini ada manfaatnya. So, what’s next?”. Setelah pergerakan dari blog pribadi, rasanya cukup obvious kalo sudah saatnya merambah sosial media. Buat apa? Supaya manfaat dan value yang coba kita sampaikan bisa dirasakan lebih banyak orang.

 

Kenapa memilih Instagram?
Karena tujuan utama merambah sosial media adalah untuk meningkatkan jangkauan, saya akhirnya memilih menggunakan Instagram. Ada dua faktor yang menjelaskan pilihan saya ini.

Pertama, Instagram sarangnya pembaca blog saya. Di tampilan dashboard WordPress, kita bisa tau apakah pembaca blog kita dari Google search, Facebook, atau Instagram. dan untuk saya sendiri, pembaca terbanyak berasal dari link di Instagram. Karena alasan utama saya bikin akun di medsos adalah untuk menjangkau lebih banyak orang, pilihan logis ya ada pada platform dimana audiens saya paling banyak berada.

Kedua, Instagram sangat ideal untuk saya menyampaikan value proposition utama dari @bizztalks. Saya adalah orang yang sangat visual-oriented. Seberapa kekeuh pun orang berkata yang terpenting adalah isi tulisan dan bukan visual, saya tetap tidak bisa mengabaikan hal tersebut.

Untuk urusan visual, saya orangnya cukup perfeksionis. Apalagi jika saya mengerjakan proyek tersebut sendiri. Otak saya terprogram untuk mengejar kesempurnaan (meskipun mungkin itu belum sempurna di mata orang lain).

Hal ini sudah mulai terimplementasikan dalam blog pribadi saya dimana di setiap post, saya selalu mencantumkan header image dengan gambar berkualitas tinggi untuk menunjukkan visual taste saya. Saya juga ingin hal tersebut terlihat pada akun kolom ini dan, tidak ada platform yang lebih baik untuk memanfaatkan kekuatan visual selain Instagram.

 

What’s next?
Karena masih awal-awal, saya masih mencoba bereksperimen dulu sampe dapet formula yang pas. Apa takaran formula yang pas? Tentu melihat dari engagement, critics, advices, etc.

Yang jelas, dalam akun ini saya akan meng-update semua artikel baru di sana. Selain itu saya juga sudah merilis dua 3-post series untuk membicarakan suatu fenomena dan tren secara singkat di timeline Instagram. Dua hari yang lalu, saya meluncurkan highlights pertama saya dimana saya menulis panjang lebar membahas tentang Uber.

Barusan saya baru saja merilis kuisioner untuk menjaring opini, saran, dan kritik untuk akun ini. Link dari kuisioner ini bisa kalian buka di sini.

Untuk sekarang, sepertinya cukup segini dulu. Setidaknya, biarkan saya bersenang-senang dengan mainan baru saya ini 🙂

Published by

evanfabio

An occasional blogger. Student at Industrial Engineering Universitas Gadjah Mada.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s