3 Kunci Menjadi Lebih Pintar Setiap Hari

William Shakespeare. Stephen Hawking. Steve Jobs. Warren Buffet. Mereka semua adalah seorang jenius di bidangnya masing-masing.

Mungkin banyak dari kita yang dengan enteng menyebut mereka-mereka ini datang dari keluarga yang berada dan beruntung, atau bisa juga kita sebut privilege. Tapi generalisasi tersebut konyol karena sama dengan kita meremehkan usaha dan jatuh-bangun yang mereka alami selama bertahun-tahun.

Pintar, cerdas, atau pun jenius – semua butuh waktu. Orang-orang paling jenius di dunia tahu akan hal ini. Mereka yang jenius bisa seperti itu karena mereka telah mengeluarkan usaha, komitmen, dan pengorbanan selama bertahun-tahun.

Mungkin inilah kenapa banyak yang mau jadi pintar, tapi sedikit yang benar-benar pintar.

Well, saya tidak tahu seberapa pintar anda. Pun juga saya tidak tahu parameter yang tepat untuk mengukur kepintaran ini apa. Tapi satu yang saya tahu, kepintaran itu berbanding lurus atau bahkan eksponensial dengan nasib kita.

Gampangnya begini. Kalau orang pintar saja banyak yang tidak sukses, gimana yang tidak pintar? Mereka yang beralasan tidak perlu menjadi pintar untuk jadi kaya sudah bisa dipastikan hidupnya penuh dengan kepura-puraan.

Berikut adalah tiga tips sederhana namun proven untuk meningkatkan kepintaran seseorang secara eksponensial.

 

How to get smarter every day #1: Read. A lot.

news_newspaper

Maaf. Tidak ada shortcut lain agar anda jadi super pintar selain membaca, membaca, dan membaca.

Buku adalah manifestasi pengetahuan yang dimiliki oleh penulis/subjek selama periode yang lama. Buku yang anda baca bisa jadi menunjukkan riset yang menghabiskan miliaran rupiah selama bertahun-tahun.

Ibaratnya begini: anda tidak perlu melakukan trial error, riset sendiri, atau bahkan menganalisis suatu masalah sendiri. Semuanya sudah dikerjakan oleh penulis dan yang anda lakukan hanyalah membaca dan menyerap ilmunya.

Warren Buffet dan Mark Cuban sepakat kalau membaca adalah kunci menuju kesuksesan dan juga cara terbaik menjadi lebih pintar. Asisten Buffet bahkan menyebut kebiasaan membaca untuk mendapatkan competitive advantage atas kompetitornya sebagai Buffet Formula.

Membaca membuat anda mendapatkan perspektif baru yang mungkin punya informasi yang tidak anda ketahui sebelumnya. Menolak membaca sama dengan merasa bahwa anda sudah mengetahui segala hal. Mentalitas ‘sok tau’ inilah mengapa banyak orang yang kecerdasan dan volume otaknya hanya jalan di tempat.

“The test of a first-rate intelligence is the ability to hold two opposed ideas in mind at the same time and still retain the ability to function.” – F. Scott Fitzgerald

Logikanya, gimana mau berkembang kalau misalnya ia selalu merasa kepalanya sudah seperti gelas penuh?

Orang yang suka membaca juga gak mudah baper ketika ada pihak yang berbeda pendapat dengannya karena membaca membuat kita menyelam ke dalam pemikiran orang lain. Bisa indah, bisa tidak. Tapi satu hal yang pasti, anda akan menghargai perbedaan.

Habit membaca ini juga dimiliki orang super kaya (dan tentunya jenius) lainnya di dunia:

Iya, membaca memang kegiatan yang paling bikin malas karena acapkali attention span kita pendek dan kita lebih memilih melakukan kegiatan lain. Jangankan baca 500 halaman per hari seperti Warren Buffet, anak muda sekarang malah lebih gemar scrolling lamtur.

Cara terbaik untuk membangun habit membaca agar jadi lebih pintar dan sukses setiap harinya adalah: Start small. Make tiny improvement.

Start small ini dalam artian benar-benar memulai dengan amat sederhana. Tidak usah muluk-muluk ingin menghabiskan 4 buku dalam satu bulan karena fakta menyebutkan target yang terlalu raksasa akan membuat seseorang berfikir hal ini sulit dicapai.

Karena otak sudah menganggap ini sulit dicapai, akhirnya anda jadi gak baca sama sekali.

Mulailah dengan langkah mikro terlebih dahulu seperti membaca 5 halaman per hari. Jika anda membaca 5 halaman per hari, maka di akhir tahun anda dapat menyelesaikan 6 buku.

Coba ingat-ingat, berapa jumlah buku yang anda baca tahun lalu? Apakah kurang dari 6 atau lebih dari 6?

Kalaupun tidak bisa membaca 5 halaman per hari, fine. 1 halaman per hari saja. Yang paling penting adalah mulai secara kecil-kecilan dan KONSISTEN. Kalau 1 halaman per hari masih tetep males juga, ya nikmati saja kemediokeranmu itu.

Jika sudah konsisten dan membaca sedikit-sedikit, saatnya lakukan tiny improvementMisal anda menambah jumlah halaman yang anda baca 1 halaman per minggunya. Buatlah peningkatan sekecil mungkin asal konsisten.

Membaca itu sama dengan investasi. Small action dan tiny improvement yang dilakukan secara konsisten selama berbulan-bulan dan bertahun-tahun akan terbayar dengan sangat indah di kemudian hari.

Menjadi pintar dan sukses itu butuh waktu dan komitmen. Ini bukan soal seseorang terlahir jenius atau tidak, yang penting adalah sabar dan tekun dalam menjalaninya.  Mereka yang berinvestasi ilmu seawal mungkin akan meraih keuntungan besar lebih cepat. Ini adalah keajaiban konsep compounded interest.

Ingat prinsipnya: Ambil small action dan lakukan tiny improvement secara konsisten.

You can thank me later!

 

How to get smarter every day #2: Write what you read

vintage_pens_writing_paper_74945_1920x1080

Proses menjadi pintar pada prinsipnya dibagi jadi dua: knowledge acquisition dan knowledge retention. Membaca sebanyak-banyaknya termasuk dalam knowledge acquisition, sedangkan menulis adalah bentuk knowledge retention.

Manusia adalah mahluk yang selalu terfokus pada the now. Kita mampu menikmati dan memahami isi buku pada saat kita membacanya. Tetapi setelah kita selesai membaca, 2 minggu kemudian kita tidak dapat mengingat apa yang kita baca.

Dasarnya manusia punya ingatan yang pendek.

Menulis kembali apa yang kita baca adalah cara paling efektif untuk mengingat apa yang kita baca. Tidak harus panjang lebar, cukup dengan beberapa poin penting yang menjadi sentral dari ilmu yang kita serap.

Serahkan kepada otak kita untuk mengingat informasi sisanya. Ketika kita tahu info sentral tentang yang kita pelajari atau baca di suatu waktu, biasanya kita akan dengan mudah mengingat kembali hal-hal lain yang kita baca saat itu.

Contoh sederhana: Saya rajin menulis baik di blog, akun Instagram, maupun media sosial lainnya (Twitter dan Facebook) agar ilmu yang saya baca tidak keluar kesana kemari. Saya ingin ilmu tersebut terpatri di otak saya sehingga saya benar-benar jadi lebih pintar.

Aktivitas menulis yang giat itu membuat saya benar-benar ingat apa yang sudah saya baca. Saya ingat apa yang menjadi poin pokok bahasan dan informasi berharga apa yang ada di artikel saya. Jika saya tidak menulis, mungkin info-info tersebut hanya akan lewat saja dan saya tidak menjadi lebih pintar.

Untuk media menulis, ada tiga rekomendasi yang bisa anda pilih:

  1. Blog
  2. Jurnal atau notebook
  3. Aplikasi notes di laptop anda

Menulis blog adalah metode yang paling efektif agar anda mengingat apa yang anda baca. Hal ini disebabkan karena tulisan di blog anda akan di-publish dan dibaca banyak orang.

Otomatis ada sense of urgency tersendiri sekaligus ‘tuntutan’ bagi anda untuk memberikan artikel dengan kualitas dan akurasi terbaik. Tuntutan ini membuat anda lebih banyak membaca dari berbagai sumber yang kredibel dan berbeda.

Hal ini menyebabkan anda untuk melakukan setidaknya 3-4 aktivitas knowledge retention sehingga probabilitas ilmu tersebut menetap di kepala anda akan sangat besar.

If you feel like you’re not smart enough, write what you know and take note!

 

How to get smarter every day #3: Be consistent

cropped-cropped-study-1968077_1920-3

“It is not what we do once in a while that shapes our lives. It is what we do consistently.” – Tony Robbins

Konsistensi. Konsistensi. Konsistensi.

Semua kegiatan di atas tidak akan membuat anda lebih pintar secara signifikan kalau anda tidak konsisten dan komitmen. Konsistensi membedakan orang yang benar-benar pintar dengan orang yang (katanya) ingin pintar.

Warren Buffett memiliki kebiasaan meluangkan waktu 5-6 jam untuk membaca buku. Hasil yang ia nikmati saat ini tentunya adalah kekayaan pribadi senilai ratusan triliun rupiah.

Membangun kebiasaan yang baik mungkin adalah hal tersulit untuk dilakukan, apalagi jika yang bersangkutan sudah menghabiskan bertahun-tahun waktunya untuk hal yang tidak memiliki nilai tambah.

Memulai kebiasaan sehingga tercipta konsistensi dapat kita rekayasa dari dua aspek:

  1. Aspek internal (diri sendiri)
  2. Aspek eksternal (lingkungan)

Untuk aspek internal, cara paling jitu untuk membangun habit adalah memulai dengan langkah yang paling gampang. Lupakan target yang terlampau masif karena faktanya, banyak orang merasa keder atau malas terlebih dahulu ketika dihadapkan dengan target yang masif.

Mulai dari yang paling gampang dulu.

Membaca 5-10 menit SETIAP HARI tanpa nonstop. Jika anda merasa membaca buku terlampau sulit dan bikin males, mulailah membaca artikel online yang bermanfaat untuk perkembangan anda.

Mulai dari aktivitas paling ‘easy‘ yaitu membaca artikel di internet. Kemudian, lakukanlah di waktu dan tempat yang sama setiap harinya. Ketika habit positif mulai terbentuk, anda bisa mulai membaca buku untuk menambah pengetahuan anda secara komprehensif.

Riset dari British Journal of Health Psychology menunjukkan 91% orang yang menuliskan rencana kegiatannya dengan waktu dan tempat yang spesifik benar-benar merealisasikan rencananya.

Contoh: Saya akan meluangkan waktu membaca buku setiap hari selama 20 menit di kamar saya pada pukul 19.00

Prinsip utama untuk para pemula: Forget your ambitious goals and just focus on getting started instead.

Sedangkan, untuk aspek eksternal, ini berarti anda merekayasa konteks atau lingkungan di sekitar anda untuk menciptakan habit ini. Jika anda sering berkutat di internet, maka mulailah dari unfollow akun-akun yang gak bermanfaat dan follow akun yang tepat.

Merekayasa lingkungan sekitar kita tujuannya hanya satu: meningkatkan fokus kita di suatu hal dengan cara tidak membaginya. Seseorang akan menjadi lebih pintar jika ia fokus terhadap apa yang ia baca dan pelajari. Ini bisa dilakukan dengan cara:

  1. Mengajak teman-teman anda untuk ikut berkembang dan saling support
  2. Membaca di tempat yang tenang dan nyaman
  3. Mematikan push notification aplikasi yang kurang penting
  4. Menuliskan notes atau wallpaper berisi kutipan motivasi di laptop dan smartphone

Prinsip konsistensi ada dua: Timbulkan motivasi yang kuat dari dalam diri dan ciptakan lingkungan yang menajamkan fokus anda.

 

Kesimpulan

Demikianlah tiga kunci utama dan paling ampuh untuk menjadi lebih pintar setiap hari. Sayangnya, memang gak ada trik khusus atau rumus sakti untuk hal ini. Anda butuh komitmen, konsistensi, dan keinginan untuk berubah. A lifetime of good habit separates the greatest from the wannabes.

  1. Read a lot
  2. Write what you read
  3. Be consistent

Eksekusi ketiga langkah tersebut, jaminan 100% kecerdasan anda meningkat secara eksponensial.

Published by

evanfabio

An occasional blogger. Student at Industrial Engineering Universitas Gadjah Mada.

One thought on “3 Kunci Menjadi Lebih Pintar Setiap Hari”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s