Dua Puluh Satu

If I have to rate my 20 years old with a number, it would be 5. Not too good, not too bad.

Yet, here I am, February 14th, turning 21 years young and strong.

Sejak punya blog ini hampir 3 tahun yang lalu, ini adalah pertama kalinya gua bikin postingan tentang pergantian umur. Kalau dulu, gua malu dan gak enak karena gua terlalu muda dibandingkan dengan teman-teman sepantaran. Bahkan, gua lebih memilih orang lupa saja dengan ulang tahun gua. Harapannya sih biar gak ada yang sadar umur gua, hehe.

Turns out, 20 years old didn’t work out too great for me. Tentu, gua bersyukur karena gua diberikan kesehatan yang luar biasa selama umur 20. Gua tidak mengalami sakit parah, pun juga gua tidak mendapati sebuah tragedi yang mengubah hidup gua.I’ll be forever thankful for that.

Tapi tetep, biasa aja. Maksudnya ya gak bagus banget dan gak jelek juga gitu. Hal ini agak sedikit berbeda dimana dalam dua kali pergantian umur terakhir gua (19 dan 20), gua merasa tahun sebelumnya adalah tahun yang sangat baik.

Di umur 20, beberapa achievement yang gua ingat sekilas antara lain adalah lulus kuliah, mulai menabung dan berinvestasi saham secara rutin, mampu make money secara rutin sebelum lulus, dan mendapatkan pekerjaan tetap di company yang gua inginkan. Biasa aja, gak ada yang perlu dirayakan terlalu berlebihan. Cukup.

Tapi, tahun ini berbeda.

Gua pengen bikin postingan spesial untuk ulang tahun gua hari ini. Gua pengen gunain kesempatan ini buat recover dan bertumbuh jadi lebih baik lagi. Gua pengen bikin usia 21 menjadi usia terbaik dalam hidup gua selama ini. Buat gua, ini spesial karena gua percaya bahwa umur untuk menjadi “dewasa” sepenuhnya dimulai di usia 21.

Kalau kalian perhatikan, memang angka dua puluh satu seolah sarat bermakna kedewasaan. Seseorang baru dikategorikan legal meminum minuman beralkohol ketika usianya 21 tahun ke atas. Buat beberapa orang, ada yang menganggap bahwa dua puluh satu adalah angka dimana seseorang bisa dikategorikan sebagai young adult.

Gua gak tau apakah itu valid atau tidak. Yang jelas, kalian paham kan maksud gua? Harapan gua buat dua puluh satu kali ini akan sangat berbeda. Jika pada tahun-tahun sebelumnya, momen ulang tahun gua lewatkan begitu saja untuk ketawa-ketiwi ongkang-ongkang kaki ga jelas, momen ulang tahun kali ini gua pengen jelas. Gua pengen keras sedikit kepada diri sendiri.

Bold. Consistent. Persistent.

Itulah mengapa di awal tahun ini, gua sudah menentukan resolusi gua sendiri untuk 2019. Tidak muluk-muluk. Cukup tiga saja. Satu untuk finansial. Dua untuk karir. Tidak selesai di situ, kemudian gua juga terus menerus melakukan kendali progress terhadap ketiga resolusi itu. Sejauh ini, memasuki minggu ke-enam, semuanya masih terukur dan terjaga dengan baik.

Gua merasa bahagia sekali dengan progress gua sendiri. Meskipun, jujur aja, gua gak terlalu yakin gua bisa mencapai target tersebut. Ya gak apa-apa. Setidaknya, gua udah mencoba bukan?

Pergantian usia yang ke dua puluh satu ini juga dibarengi dengan datangnya sebuah kabar yang sangat membahagiakan. Gua baru saja diterima di sebuah creative agency yang memang gua sudah incar dari jauh-jauh hari. Gua udah tahu agensi ini dari lama, tapi baru dapet kesempatan untuk bergabung sekarang. Jika tidak ada hambatan, maka gua akan mulai masuk kerja akhir bulan ini.

Karena timing nya yang sangat unik (hanya dua hari sebelum ulang tahun gua), gua pun ikut memasukkan perusahaan ini dalam skala prioritas gua di usia ke-21 ini. Itu sudah pasti, karena gua berniat berkomitmen sepenuhnya.

Momennya menurut gua sangat pas, karena gerbang ke usia sebagai young adult ini juga akan dibumbui dengan pengalaman kerja pertama kalinya. Gua gak tahu apakah di ulang tahun ke-22 nanti, gua akan melihat ke belakang dan menyesal atau gua akan bangga dengan diri sendiri.

One thing for sure, it will be a big ass year for me. It will require tons of commitment, perserverance, persistence, consistent effort, and the ability to come back from a fucked up position on daily.

Tapi lebih dari itu, gua percaya bahwa dua puluh satu akan menjadi gerbang gua untuk menjadi seseorang yang lebih baik lagi. Selain resolusi tadi, harapan gua untuk usia ini cuma satu: agar menjadi orang yang berguna bagi lingkungan sekitar. Jadi seseorang yang keberadaannya dirindukan ketika raganya tidak ada. Tidak kurang, tidak lebih.

Apakah muluk-muluk? Gua gak tau. Yang jelas, gua melangkah ke umur yang baru ini dengan langkah yang tegas namun ringan. Jadi orang yang berprinsip, namun tetap mampu berkompromi. Apakah yang gua targetkan tercapai atau tidak, itu urusan nanti.

Sekarang, gua cuma ingin melangkah perlahan. Menjalani hari demi hari dengan maksimal. Live for the moment, not the future.

Dua puluh satu, yang baik-baik ya sama gua. Yuk, mari berproses.

Published by

evanfabio

An occasional blogger. Student at Industrial Engineering Universitas Gadjah Mada.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s