Amazon Go, The Future of Retail

1 minggu yang lalu, tepatnya pada tanggal 22 Januari 2018, raksasa online retail Amazon resmi membuka Amazon Go untuk pertama kalinya kepada publik. Sejatinya toko ini sudah beroperasi sejak tanggal 5 Desember 2016 namun dalam 14 bulan terakhir masih diperuntukkan untuk pegawai Amazon karena berada dalam masa uji coba. Amazon Go adalah convenience store milik Amazon yang dirancang dengan berbagai teknologi mumpuni sehingga kegiatan operasionalnya diautomasi hingga pada level yang sangat ekstrim. Lokasinya sendiri berada di Seattle, Washington di gedung Day 1 yang merupakan markas pusat dari Amazon.Continue reading “Amazon Go, The Future of Retail”

Tentang Menghargai Freelancer

Disclaimer: Apa yang saya sampaikan murni pandangan dan pengalaman saya pribadi. Saya sama sekali tidak menggeneralisir semua perekrut karena memang tidak semuanya seperti ini.


2 bulan yang lalu saya sempat menulis di The Jakarta Post tentang bagaimana digitalisasi mengenalkan sebuah tren baru yang bernama Gig Economy. Anda dapat membaca versi lengkapnya di sini. Dalam ulasan di internet, Gig Economy didefisinikan sebagai keadaan dimana pattern dunia kerja mulai sedikit demi sedikit didominasi pekerja dengan kontrak jangka pendek ketimbang jangka panjang.Continue reading “Tentang Menghargai Freelancer”

The Immortal Luxury: Apple

Kemewahan sudah bukan barang baru dalam kehidupan dan alamiah seorang manusia. Sejak awal kita membuka mata, kemewahan dilukiskan sebagai sebuah karakter yang mampu memberikan gap antara seseorang atau suatu kelompok individu dengan kawanan populasi lainnya. Jujur saja, kita semua menyukai kemewahan, entah kita mau mengakuinya atau tidak.Continue reading “The Immortal Luxury: Apple”

Melihat Netflix Lebih Dekat

Semenjak didirikan Reed Hastings dan Marc Rudolph pada tahun 1997 sebagai perusahaan yang menggunakan internet sebagai leverage untuk meminjamkan DVD, Netflix telah tumbuh cepat hingga memiliki kurang lebih 110 juta subscriber yang membayar subscription fee setiap bulannya.

Satu dekade terakhir dunia telah menjadi saksi bagaimana dengan agresifnya Netflix melancarkan serangan dan bahkan mampu mengungguli veteran dalam industri media. Pada bulan April 2013, Netflix sudah mengungguli HBO dalam jumlah monthly subscribers. Meskipun persaingan dalam industri online entertainment terbilang sangat kompetitif dengan kehadiran pemain mapan seperti Amazon Video dan Hulu, tetap saja sulit rasanya saat ini untuk menobatkan siapapun selain Netflix sebagai pemegang tahta dalam industri ini.

Hal ini kemudian menimbulkan pertanyaan, bagaimana Netflix bisa berada pada titik ini?

Continue reading “Melihat Netflix Lebih Dekat”

Terima Kasih 2017, Kamu Keren..

Kalau di posting-an sebelumnya selalu memakai kata “saya” dalam menulis, pada edisi pergantian tahun posting-an sepertinya blog ini bakalan didominasi dengan kata “gue”. Gue merasa akhir tahun itu adalah waktu personal bagi siapapun yang ingin menjadi yang lebih baik di setahun kedepan. Supaya nuansa personal development nya keluar, gue pengen tulisan ini terasa lebih personal, hidup, dan sangat menggambarkan pikiran pribadi. Itulah kenapa gue memilih menulis menggunakan kata “gue”.

Continue reading “Terima Kasih 2017, Kamu Keren..”