Money Can Buy You Attitude – Explained

Often when I encounter a heated controversy that involves a rich, privileged people being a self-centered jackass, one of the first things people say is “money can’t buy you attitude”. As much as I’d like it to be true, I wholly disagree with that notion. For a good reason.

Whether you grow up to be a saint or a jackass, I believe much of what makes you who you are today come from the external environment. A kind person could turn into an asshole if they grew up in a rough upbringing. Relatively young, open-minded individuals might someday become a key leader for hard line conservatives if they don’t pay attention to who they surround themselves with. And so I thought, if the most robust type of personality can be cracked with years of constant pressure from the outside, what makes you think that money, one of the most powerful denominator in our life, can’t change who we are inside?

Continue reading Money Can Buy You Attitude – Explained

Curhat – Talk of Life

Sudah hampir satu tahun berlalu sejak terakhir kali ada tulisan yang gua bikin bener-bener dari hati, tanpa embel-embel mengedukasi pembaca. Banyak penyebabnya, mulai dari jadwal sehari-hari yang memang cukup padat, bingung mau berbagi cerita apa, sampai memang dasarnya gua lazy snob.

Malah, bisa jadi penyebabnya adalah penyakit yang paling fatal: gua kehilangan gairah menulis untuk sejenak.

Gua tipe orang yang mudah termotivasi, namun mudah pula untuk terdemotivasi. Pantikan semangat yang sederhana bisa membuat gua bangun dari kasur dan berdiri tegak seketika. Namun jangan salah, sekali saja punggung gua menyentuh kasur, mengangkatnya kembali hampir terdengar mustahil.

Also, to be honest, life hasn’t been too kind to me. I might not really show it, but I remember everything. In some kind of way, that’s not really an ideal situation for me to be passionate about something. Continue reading Curhat – Talk of Life

Why I Wake Up at 5 Every Morning

Waking up early is not for everybody. If you ask 100 successful person you can find, I bet you will meet a good portion of people who wake up as early as 10 or even 12 afternoon.

In fact, there is no sufficient research to say whether waking up at 5 will make your day more productive or not. That’s why it is quite foolish to deem yourself less productive compared to those who are early risers.

It’s not the time to wake up that you’re after. It’s the high quality, well-spent time with activities that can propel you forward that you should pursue, making your day as complete as it gets because it’s tailored in accordance with your biological needs.

However, that’s not the point that I’m trying to make here. While I believe you can get things done in any time you please, I also think that the right activities at certain time can get you the required spurt of momentum to get the best out of your day. So it’s kind of a mixed stance that can get you a very different response on, depending on where you stand.

Continue reading Why I Wake Up at 5 Every Morning

Obrolan Kecil tentang Kreativitas

Picture2Artikel ini dituliskan oleh Alfin Zuhry. Alfin merupakan seorang mahasiswa Teknik Industri di Universitas Gadjah Mada dan co-owner dari Batik Nusa Indah yang tertarik pada desain grafis dan videografi.


Bisakah kita memperlajari sebuah hal bernama kreativitas?

Saya orangnya teh emang nggak kreatif dari lahir. Udah keturunan hehe.

Salah? Tidak sepenuhnya.

Sebuah studi dilakukan oleh Plos ONE pada tahun 2013 untuk mengukur kreativitas musikal seorang manusia berdasarkan kemampuan mereka dalam memprediksi nada, timing, komposisi, improvisasi, dan penataan musik. Hasil yang didapatkan adalah bahwa kehadiran sekelompok gen sangat berpengaruh terhadap kemampuan musikalitas seseorang.

Bahkan studi oleh Karolinska Institute menyampaikan bahwa cacat mental dalam skala ringan dapat meningkatkan kreativitas seseorang. Jadi, jangan heran jika banyak artis jenius seperti Winston Churchill, Ludwig van Beethoven, dan Ernest Hemingway terindikasi memiliki bipolar disorder. Continue reading Obrolan Kecil tentang Kreativitas

7 Cara Jitu Meningkatkan Fokus Ketika Bekerja

Riset menunjukkan bahwa rata-rata waktu manusia bisa berkonsentrasi hanya sekitar 8 detik, lebih pendek dari spesies ikan emas yang ada di waktu 9 detik. Secara langsung maupun tidak langsung, ini ada kaitannya dengan perubahan gaya hidup dan efek digitalisasi dalam kehidupan.

Inilah salah satu penyebab mengapa banyak orang sedikit membaca buku atau belajar. Penyebab short attention span ini sebenarnya beragam, tapi yang paling umum ditemukan adalah karena distraksi atau pun rasa keingintahuan yang tinggi.

Sebagai contoh, kita sedang membaca sebuah artikel berbobot di sebuah website. Namun ketika membaca, tiba-tiba muncul notifikasi dari media sosial dan kita menjadi tertarik dan tidak lanjut membaca.

Pertanyaannya: bagaimana cara kita memaksimalkan attention span yang kita miliki supaya lebih fokus? Continue reading 7 Cara Jitu Meningkatkan Fokus Ketika Bekerja