Melihat Netflix Lebih Dekat

Semenjak didirikan Reed Hastings dan Marc Rudolph pada tahun 1997 sebagai perusahaan yang menggunakan internet sebagai leverage untuk meminjamkan DVD, Netflix telah tumbuh cepat hingga memiliki kurang lebih 110 juta subscriber yang membayar subscription fee setiap bulannya.

Satu dekade terakhir dunia telah menjadi saksi bagaimana dengan agresifnya Netflix melancarkan serangan dan bahkan mampu mengungguli veteran dalam industri media. Pada bulan April 2013, Netflix sudah mengungguli HBO dalam jumlah monthly subscribers. Meskipun persaingan dalam industri online entertainment terbilang sangat kompetitif dengan kehadiran pemain mapan seperti Amazon Video dan Hulu, tetap saja sulit rasanya saat ini untuk menobatkan siapapun selain Netflix sebagai pemegang tahta dalam industri ini.

Hal ini kemudian menimbulkan pertanyaan, bagaimana Netflix bisa berada pada titik ini?

Continue reading Melihat Netflix Lebih Dekat

Gig Economy Revolutionizes Our View of Work

3 hari yang lalu The Jakarta Post mem-publish artikel opini saya yang membahas tentang Gig Economy dalam link ini. Perasaan saya senang bukan kepalang ketika mendapatkan berbagai feedback dari rekan-rekan akan hal tersebut. Akan tetapi, ada beberapa bagian yang dipotong dalam link tersebut dan itu (menurut saya) sedikit mengurangi pesan yang ingin saya sampaikan ke para pembaca sekalian. Saya pun memutuskan untuk mempublikasikan  draft lengkap dari email yang saya kirimkan ke The Jakarta Post untuk dibaca teman-teman sekalian. Mudah-mudahan artikel ini membawa manfaat bagi para pembaca dan mampu berkontribusi dalam persiapan pemuda-pemudi Indonesia menghadapi era digitalisasi.

Continue reading Gig Economy Revolutionizes Our View of Work

Gender Equality di Lingkungan Kerja

Ehmm.. oke. Sebelumnya saya memohon maaf karena kolom #BusinessTalk di blog saya sempat cuti selama 6 minggu karena satu dan lain hal. Akhir-akhir ini ada begitu banyak hal baik yang berlalu di hidup saya dan cukup menyita fokus sehari hari. Sebagai seorang penulis amatir, seringkali ada beberapa faktor yang tidak pas untuk mendorong saya sendiri dalam menulis.

Kadang kala, saya memiliki waktu yang cukup tetapi kurangnya motivasi untuk membaca atau melalukakan mini riset terlebih dahulu. Pada kesempatan lainnya, malah waktu luang yang tidak kunjung saya temukan ketika sebuah topik brilian menghampiri ruang berfikir saya.

Tetapi tidak apa-apa. Hidup memang suka memberi kita pelajaran dengan cara yang unik, bukan?

Continue reading Gender Equality di Lingkungan Kerja

My Recommendation for Business Analysis Websites

I really don’t want to waste your time. So, if you are either :
– someone who has 10 minutes to ‘waste’, or
– someone who loves reading about business analysis, or
– someone who is looking for quality source of articles about business analysis, or
– someone who is interested in exchanging ideas and good source of articles, or
– someone who thinks LeBron James is better than Kobe Bryant

then you may continue. Otherwise, it will be your best interest to stop reading and close the tab right here.

Continue reading My Recommendation for Business Analysis Websites

Bagaimana Digitalisasi Membentuk Modern Marketing

Agaknya tidak perlu saya jelaskan dua kali bagaimana teknik marketing saat ini telah berubah karena teknologi dan digitalisasi. Dari bentuk implementasinya yang paling sederhana, baik bisnis raksasa maupun UMKM telah memanfaatkan sosial media. Dengan berbagai dampaknya, tidak heran jika sosial media dikatakan sebuah sebagai sebuah penemuan yang sangat revolusioner.

Dari sosial media, perusahaan dapat berinteraksi dengan pelanggan secara langsung dan mudah. Selain itu, layanan sosial media tidak dipungut biaya sepeser pun. Sebuah bisnis banyak menghemat biaya pemasaran dibandingkan harus mempekerjakan staff untuk melakukan pemasaran dengan teknik door-to-door. Continue reading Bagaimana Digitalisasi Membentuk Modern Marketing