Menggunakan Instagram untuk Perkembangan Diri

Menurut sebuah riset yang dilakukan TIME ini, Instagram dinobatkan sebagai media sosial yang punya dampak paling buruk bagi kesehatan jiwa. Menurut survey pada 1500  remaja dan young adult, Instagram seringkali diasosiasikan dengan level kecemasan yang tinggi, depresi, bullying, dan FOMO atau “fear of missing out“.

Ini riset yang unik, thought-provoking, dan mungkin kontroversial karena penyebabnya macam-macam. Banyak orang yang stress karena mereka terus-menerus melihat teman mereka berlibur dan bersenang-senang. Karena value proposition Instagram ada pada konten visualnya, hal ini seolah tidak mungkin dihindari. Otak manusia memproses gambar 60.000 kali lebih cepat dari tulisan.

Hal ini diperparah dengan sifat alami otak manusia yang sudah terprogram untuk membanding-bandingkan kehidupan mereka dengan kehidupan orang. Instagram ini bisa diibaratkan seperti obat yang menstimulasi otak manusia agar mereka lebih sering membandingkan dirinya dengan orang lain. Continue reading Menggunakan Instagram untuk Perkembangan Diri

Berinovasi Tidak Selalu Indah, Tanya Saja GoPro

Meskipun sudah berdiri sejak 2002, GoPro baru benar menunjukkan taringnya di tahun 2012 ketika mereka meluncurkan produk HERO 3+. Saat itu, GoPro sangat amat nge-hype. Gimana enggak? Bisa dibilang GoPro menciptakan pasar baru dan berkuasa di bidangnya sendiri, yaitu action camera. 

Di eranya, produk GoPro HERO 3+ ini ibarat kotoran alien yang tiba-tiba jatuh dari langit. Semua orang amazed dan penasaran ingin membeli. HERO 3+ punya kemampuan merekam gambar dengan aspek rasio 16:9, 4K UHD, dan kamera 12 MP. Fast forward, kemudian muncullah HERO 4 di tahun 2014.

Di tahun yang sama, GoPro mulai IPO (Inital Public Offering, yaitu proses awal menjual sahamnya dan berubah status menjadi perusahaan milik publik). Saham GoPro dijual per lembar sebesar $25 dan total terjual 17,8 juta lembar saham. Saat IPO, total GoPro mendapatkan suntikan dana sebesar $427 juta. Valuasi perusahaan juga mencapai $2,95 miliar. Continue reading Berinovasi Tidak Selalu Indah, Tanya Saja GoPro

Menjelaskan Penutupan Masal Toko Ritel Fashion di Indonesia

3 tahun terakhir bisa kita sebut sebagai apocalypse untuk dunia ritel fashion di Indonesia. Gimana enggak? Berbagai toko ritel ternama di dunia, seperti Debenhams dan GAP, satu per satu mulai berguguran cabangnya di Indonesia. Banyaknya toko fashion yang gulung tikar jelas aja langsung bikin publik ikut berspekulasi mengenai penyebabnya.

Ada apa sebenarnya? Continue reading Menjelaskan Penutupan Masal Toko Ritel Fashion di Indonesia

Amazon Go, The Future of Retail

1 minggu yang lalu, tepatnya pada tanggal 22 Januari 2018, raksasa online retail Amazon resmi membuka Amazon Go untuk pertama kalinya kepada publik. Sejatinya toko ini sudah beroperasi sejak tanggal 5 Desember 2016 namun dalam 14 bulan terakhir masih diperuntukkan untuk pegawai Amazon karena berada dalam masa uji coba. Amazon Go adalah convenience store milik Amazon yang dirancang dengan berbagai teknologi mumpuni sehingga kegiatan operasionalnya diautomasi hingga pada level yang sangat ekstrim. Lokasinya sendiri berada di Seattle, Washington di gedung Day 1 yang merupakan markas pusat dari Amazon. Continue reading Amazon Go, The Future of Retail