Menggunakan Instagram untuk Perkembangan Diri

Menurut sebuah riset yang dilakukan TIME ini, Instagram dinobatkan sebagai media sosial yang punya dampak paling buruk bagi kesehatan jiwa. Menurut survey pada 1500  remaja dan young adult, Instagram seringkali diasosiasikan dengan level kecemasan yang tinggi, depresi, bullying, dan FOMO atau “fear of missing out“.

Ini riset yang unik, thought-provoking, dan mungkin kontroversial karena penyebabnya macam-macam. Banyak orang yang stress karena mereka terus-menerus melihat teman mereka berlibur dan bersenang-senang. Karena value proposition Instagram ada pada konten visualnya, hal ini seolah tidak mungkin dihindari. Otak manusia memproses gambar 60.000 kali lebih cepat dari tulisan.

Hal ini diperparah dengan sifat alami otak manusia yang sudah terprogram untuk membanding-bandingkan kehidupan mereka dengan kehidupan orang. Instagram ini bisa diibaratkan seperti obat yang menstimulasi otak manusia agar mereka lebih sering membandingkan dirinya dengan orang lain. Continue reading Menggunakan Instagram untuk Perkembangan Diri